Pakaian Adat Tradisional Sumatra Barat

 

pakaian-adat-sumatra-barat1

Pakaiaan adat khas sumatra barat sangatlah feminim bila dilihat dari sudut busananya. Pakaian Khas sumatra barat di bagi menjadi dua yaitu : Pakaian Tradisional dari Minangkabau dan Pakaian Bundo Kanduang. Produk yang kami iklankan ini merupakan bagian dari Pakaian Bundo Kanduang. Seorang bundo kandung mengenakan tengkuluk tanduk atau tengkuluk ikek sebagai penutup kepala. Bahannya berasal dari kain balapak tenunan Pandai Sikat Padang Panjang . Bentuknya seperti tanduk kerbau dengan kedua ujung runcing berumbai dari emas atau loyang sepuhan. Pemakaian tengkuluk ini melambangkan bahwa perempuan sebagai pemilik rumah gadang.Seorang wanita yang telah diangkat menjadi bundo kanduang (bunda kandung) memegang peranan penting dalam kaumnya. Tidak semua wanita dapat menjadi bundo kandungan. Ia haruslah orang yang arif bijaksana, kata-katanya didengar, pergi tempat bertanya dan pulang tempat berita. Ia juga merupakan peti ambon puruak , artinya tempat atau pemegang harta pusaka kaumnya. Oleh karena itu memiliki pakaian adat yang berbeda dengan wanita lainnya. Seperti juga pada pakaian penghulu, masing-masing daerah adat di Minangkabau memiliki variasinya masing-masing. Tetapi umumnya kelengkapan pakaian bundo kanduang terdiri dari tengkuluk, baju kurung, kain selempang, kain sarung, dan berhiaskan anting-anting serta kalung.

sumber dari http://www.google.com

Pakaian Adat Tradisional Sulawesi selatan

Baju bodo

Baju bodoadalah baju adat Bugis-Makassar yang dikenakan oleh perempuan. Sedangkan Lipa’ sabbe adalah sarung sutra, biasanya bercorak kotak dan dipakai sebagai bawahan baju bodo.

Konon dahulu kala, ada peraturan mengenai pemakaian baju bodo. Masing-masing warna manunjukkan tingkat usia perempuan yang mengenakannya.
1. Warna jingga, dipakai oleh perempuan umur 10 tahun.
2. Warna jingga dan merah darah digunakan oleh perempuan umur 10-14 tahun.
3. Warna merah darah untuk 17-25 tahun.
4. Warna putih digunakan oleh para inang dan dukun.
5. Warna hijau diperuntukkan bagi puteri bangsawan
6. Warna ungu dipakai oleh para janda.

Baju bodoSelain peraturan pemakaian baju bodo itu, dahulu juga masih sering didapati perempuan Bugis-Makassar yang mengenakan Baju Bodo sebagai pakaian pesta, misalnya pada pesta pernikahan. Akan tetapi saat ini, baju adat ini sudah semakin terkikis oleh perubahan zaman. Baju bodo kini terpinggirkan, digantikan oleh kebaya modern, gaun malam yang katanya modis, atau busana-busana yang lebih simpel dan mengikuti trend.

Walau dengan keterpinggirannya, Baju bodo kini tetap dikenakan oleh mempelai perempuan dalam resepsi pernikahan ataupun akad nikah. Begitu pula untuk passappi’-nya (Pendamping mempelai, biasanya anak-anak). Juga digunakan oleh pagar ayu.

Pakaian Adat Tradisional Lampung

Pakaian Adat Tradisional Daerah Lampung
Untuk Busana adat kesehariannya laki-laki Lampung akan mengikat kepalanya dengan menggunakan kikat. Bahan kikat ini terbuat dari kain batik. Jika di kenakan dalam kerapatan adat akan dipadukan dengan pakaian teluk belanga serta kain. Kalau untuk mengiring pengantin akan dikenakan kekat akkin, semacam destar yang pada bagian tepinya dihias dengan bunga-bunga terbuat dari benang emas dan pada bagian tengah dengan berhiaskan siger, dan pada salah satu sudutnya ada sulaman benang emas yang berupa bunga tanjung atau bunga cengkeh.

Gambar Pakaian Adat Tradisional Lampung
Pakaian Adat Tradisional Daerah Lampung
Pakaian Adat Tradisional Lampung

Untuk Pakaian keseharian wanita Lampung mengenakan kanduk/kakambut yaitu berupa kudung untuk penutup kepala dengan cara dililitkan. Bahan kanduk atau kakambut ini terbuat dari kain halus yang tipis atau dari bahan sutera. Lawai kurung di pakai sebagai penutup badan dan bentuknya menyerupai Baju kurung. Busana ini dibuat dengan menggunakan bahan tipis ataupun kain sutra dan pada bagian tepi muka dan bagian lengan umumnya dihiasi dengan rajutan renda yang halus.

Kalau untuk menghadiri acara upacara adat, seperti misalnya saat ada upacara perkawinan kaum wanita, baik itu untuk yang gadis atapun yang sudah menikah akan menyanggul rambutnya (belatung buwok). Cara menyanggul rambut model belatung buwok ini dibutuhkan rambut tambahan untuk melilit rambut asli dengan memakai bantuan rajutan benang berwarna hitam halus. Selanjutnya rajutan tadi ditusuk dengan menggunakan bunga kawat yang bisa bergerak-gerak atau disebut dengan kembang goyang.

Pakaian Adat Tradisional Betawi

Dalam budaya masyarakat Jakarta atau Betawi terdapat beragam pakaian adat tradisional. Misalnya untuk pakain yang di kenakan sehari hari, pakain resmi atau pakaian pengantin untuk mempelai laki-laki dan mempelai perempuan. Kalau untuk baju yang sering di kenakan sehari-hari oleh laki-laki Betawi, pakain yang sering di pakai adalah baju koko atau sadariah, kemudian memakai celana batik di tambah kain pelekat serta peci.

Untuk pakaian yang di kenakan sehari-hari oleh perempuan Betawi adalah berupa baju kurung dan biasanya berlengan pendek, dipadu dengan kain batik sarung. Pakaian tradisional Jakarta yang disebut dengan ujung serong biasa dikenakan oleh bapak-bapak yaitu berupa jas tertutup dengan setelan celana pantalon. Busana kain batik dipakai di sekitar pinggang dengan ujungnya agak serong berada di atas bagian lutut.

Sedangkan untuk pakaian tradisional berupa busana pengantin Betawi mendapat pengaruh dari negara Arab, Cina, Barat serta rumpun Melayu. Untuk pakaian buat pengantin laki-laki sering disebut dengan “dandanan care haji” yaitu berupa jubah serta tutup kepala “sorban” yang sering disebut dengan “alpie”.

Sedangkan untuk pakaian pengantin kaum perempuan Betawi biasa disebut dengan “rias besar dandanan care none pengantin cine”. Kalau melihat modelnya tampaknya pengaruh dari Cina terlihat sangat menonjol. Untuk model Bajunya berupa blus Shanghai dengan bahan dari saten atau lame berwarna cerah. kemudian untuk baju bawah atau rok sering disebut dengan “kun” modelnya melebar ke bawah dengan motif hiasan burung hong dari mute atau manik dan benang emas.

Pakaian Adat Tradisional Riau

Mengenal nama pakaian adat Kep Riau. Kepulauan Riau meupakan salah satu provinsi di Indonesia yang berada di pulau Sumatera. Kepulauan Riau juga memiliki potensi wisata yang menarik dan menjadi gerbang wisata ke dua setelah Bali. Sebagai gerbang wisata tentu banyak Tempat Wisata Di Kepulauan Riau yang sayang untuk di lewatkan kalau datang berlibur ke provinsi ini. Dan ini juga bisa sebagai sarana untuk mengenalkan kebudayaan kepulauan Riau. Seperti mengenalkan budaya misalnya melaui busana tradisional Kepulauan Riau serta seni budaya tradisional lainnya yang ada di provinsi ini.

Pakaian adat tradisional Kepulauan Riau yang ada di info budaya Indonesia ini menjadi bagian dari keaneka ragaman Budaya Indonesia. Anda juga bisa mendapatkan informasi mengenai pakaian adat Indonesia lainnya yang ada di provinsi di Indonesia. Dengan mengenal Pakaian Adat Indonesia ini mudah mudahan menambah wawasan dan kecintaan kita terhadap budaya Indonesia.

Dengan melihat Pakaian Adat Tradisional Riau di atas tentu kita akan lebih mengenai bahwa di Pakaian Tradisional Indonesia sangat beragam dan masing masing pakaian adat yang ada di daerah Indonesia memiliki ciri khas masing masing sesuai dengan adat dan sejarah budaya setempat.

Pakaian Adat Tradisional Bali

Pakaian adat tradisional dari daerah Bali sebenarnya sangat sangat beragam, walaupun kalau di lihat sepintas kelihatannya sama. Tiap-tiap daerah di Bali memiliki ciri khas masing masing dalam hal pakaian tradisional. Untuk melihat status sosial serta status ekonomi orang di Bali bisa diketahui dengan berdasarkan corak baju serta ornamen perhiasan apa yang dipakainya.

Pakaian tradisional daerah Bali untuk Pria

Untuk kelengkapan pakaian adat tradisional yang di kenakan oleh pria Bali yaitu terdiri dari udeng atau ikat kepala, kKain kampuh, umpal atau selendang pengikat, kain wastra atau kain kemben, sabuk, keris serta beragam ornamen perhiasan. Sebagai pelengkapnya sering pula dikenakan baju kemeja, jas serta alas kaki.

Pakaian Adat Tradisional Daerah Bali Untuk Wanita

Sedangkan untuk busana baju tradisional wanita Bali terdiri dari Kain wastra, kain tapih atau sinjang di sebelah dalam, Sabuk prada (stagen), membelit pinggul dan dada, Gelung (sanggul), Selendang songket bahu ke bawah, Sesenteng (kemben songket) serta Beragam ornamen perhiasan. Dari kelengkapan pakaian tradisional untuk wanita Bali tersebut juga sering dikenakan kebaya, kemudian kain untuk penutup dada serta alas kaki untuk pelengkap.

Pakaian Adat Tradisional Bengkulu

Pakaian adat pria Bengkulu

Kelengkapan pakaian adat untuk kaum pria di Bengkulu terdiri dari jas, memakai sarung, celana panjang, alas kaki yang juga dilengkapi dengan memakai tutup kepala serta sebuah keris. Jas yang di pakai tersebut terbuat dari bahan kain yang bermutu seperti wol atau bisa juga bahan sejenisnya dan umumya warnanya gelap seperti warna hitam dan warna biru tua. Sementara untuk bawahannya berupa celana yang terbuat dari bahan serta dengan pilihan warna yang sama.

Sedangkan sebagai pelengkap busana adat pria Bengkulu untuk bagian kepala dipakai detar yang terbuat dari kain songket emas atau bisa juga dari kain songket perak, kemudian memakai alas kaki beludru yang bercorak keemasan, juga memakai sebilah keris serta gelang emas yang di kenakan di tangan kanan.

Pakaian adat wanita Bengkulu

Untuk baju adat kaum wanita Melayu di provinsi Bengkulu memakai baju kurung yang berlengan panjang, serta bertabur motif corak-corak dan bersulam emas yang berbentuk lempengan bulat yang kalau di lihat seperti uang logam. Bahan baju kurung wanita Bengkulu biasanya dari beludru dengan pilihan warna-warna merah tua, warna biru tua, warna lembayung atau warna hitam. Ada pelengkap tambahan untuk pakaian adat wanita Bengkulu yaitu sarung songket benang emas atau perak dengan pilihan warna yang serasi dan terbuat dari sutra.

Kemudian sehelai kampuh yang terbuat dari bahan satin sutra bersulamkan emas, cara memakaian dengan diselempang pada bagian dada kearah belakang punggung dan membentuk menyerupai huruf V. Pada bagian dada atas kampuh bergantungan tampak sangat glamor dan berlapis-lapis dalam jumlah sangat banyak. Untuk pergelangan tangan serta pada jari jemari dilingkari dengan cincin permata, sementara pada alas kaki menggunakan selop yang bersulam emas.